Hasilpencarian 1 - 20 dari 87 ayat untuk mulutmu [Pencarian Tepat] [Semua Versi Bahasa Indonesia] (0.001 detik) dan tetesan madu manis untuk langit-langit mulutmu. (0.61) Yl 1:5: Bangunlah, hai pemabuk 1 , dan menangislah! Merataplah, hai semua peminum anggur l karena anggur baru, sebab sudah dirampas m dari mulutmu anggur itu! (0.58) Mzm
Kiniwarganet menyebut ucapan Indra Kenz bak peribahasa 'mulutmu, harimaumu'. "Kemaren nantang Tuhan sekarang jadi tersangka, makanya jangan terlalu sombong jadi orang haduuu," cibir admin @tubirfess.
MulutmuHarimaumu. Nats : Siapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia orang yang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya (Yakobus 3:2) Bacaan : Yakobus 3:1-12 "Mulutmu Harimaumu," demikianlah bunyi slogan iklan sebuah perusahaan jasa telepon selular. Ungkapan ini benar.
Jikakamu berada di situasi ini dan selalu sulit mengontrol bibir kamu, maka mulailah dari sekarang untuk berubah. Beritahu juga kepada teman-teman kamu, begini caranya: 1. Kita harus berhenti menyebut nama Tuhan dengan sembarangan. "Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut
Mulutmuharimaumu, waspadai tentang bahaya lisan . Administrator - Sabtu, 30 Januari 2021 | 21:00 WIB Hujurat ayat 12 mengatakan bahwa ghibah ini diibaratkan memakan daging saudara sendiri yang telah mati, jijik bukan? Maka sungguh perilaku ghibah ini menjijikkan dan harus dijauhi dan dihindari. Demikian juga dengan mengadu domba.
oD50Wg. Puji Astuti Official Writer Bicara mengenai perkataan, John Mason penulis buku "Pertanyaan Yang Tepat" menuliskan sesuatu yang sangat mencerahkan tentang hal ini. Dia menulis seperti iniBaru-baru ini saya melihat sebuah tulisan yang dipasang si bawah seekor ikan besar yang digantungkan pada sebuah dinding. Tulisan itu berbunyi "Kalau saja aku menjaga mulutku tetap tertutup, aku tidak akan berada disini." Benar sekali! Kalau Anda tidak ingin mendapat masalah, yang pertama harus dilakukan adalah menjaga mulut Anda. Apa yang kita katakana adalah hal penting. Komitmen kita setiap hari harusnya adalah,"Berikanlah padaku perkataan yang berguna dalam mulutku, dan ingatkanlah kalau aku sudah terlalu banyak banyak bicara." Jangan berbicara lebih banyak dari pada yang Anda ketahui. Pelatih lari sebuah SMU mendapat kesulitan dalam memotivasi timnya untuk mengerahkan kemampuan terbaik mereka dalam pertandingan. Tim itu dikenal sebagai tim yang selalu paling akhir sampai pada garis finish. Salah satu faktor penyebab kegagalan tim itu adalah kesalahan pelatih dalam memberikan kata-kata pendorong semangat. Kata-kata yang diucapkan pelatih itu kepada timnya hanyalah, "Pokoknya belok kiri saja dan cepat kembali." Ingatlah bahwa perkataan Anda bisa menyalakan api atau bahkan memadamkan keinginan. Dalam Ayub 625 mengatakan, "Alangkah kokohnya kata-kata yang jujur!"Jadi jika hari ini Anda ingin menjaga langkah kehidupan Anda, ada lima hal yang harus Anda perhatikanPada siapa Anda bicara, tentang siapa Anda bicara, dan bagaimana, kapan serta dimana Anda bicara. Sumber Pertanyaan Yang Tepat; John Mason; Metanoia Halaman 1
DULU ada peribahasa 'mulutmu harimaumu'. Namun, di era digital seperti sekarang ini, peribahasa tersebut mungkin bermetamorfosa menjadi 'jarimu harimaumu'. Peribahasa ini ada benarnya mengingat banyak masyarakat yang terjerat masalah hukum karena cuitan yang tidak mengedepankan etika bersosial media. Media sebagai sarana untuk mengekspresikan uneg-uneg pengunanya, rambu-rambu kode etik acap kali diterobos sehingga apa yang dipublikasikan menjadi bumerang. Etika menjadi sebuah keniscayaan bagi pengguna media, terutama dalam mengekspresikan kegundahan. Oleh sebab itu, ada beberapa hal yang harus dipahami sebelum kita memublikasikan ide dan curahan hati kepada publik. Pertama, memahami terlebih dahulu apa yang akan dipublikasikan. Pemahaman ini tentunya meliputi kata-kata yang dipilih apakah dapat menyinggung orang lain atau menyangkut suku, agama, ras dan antargolongan SARA. Kedua, menggunakan kalimat yang santun, sopan dan elegan, serta tidak menyinggung orang lain. Kalimat yang santun akan memudahkan kita dalam menjalin interaksi dan pertemanan di media sosial. Sebaliknya, kalimat yang kasar dan tidak sopan hanya akan melahirkan kecemburuan dan kebencian dari orang lain. Ketiga, memahami situasi dan kondisi di mana kita tinggal. Lingkungan yang kita tinggal pastinya akan berbeda dengan lingkungan di mana kita dilahirkan. Budaya yang ada di daerah masing-masing memiliki perbedaan yang cukup mencolok, sehingga tidak jarang budaya dan kebiasaan di tempat asal tidak sesuai dengan lingkungan kita tinggal domisili. Dengan demikian adaptasi sangat diperlukan, baik dalam kehidupan maya dan kehidupan nyata. Aminuddin Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
ayat alkitab tentang mulutmu harimaumu